Bagi Widiyanti, hal yang paling krusial dari pertemuan akbar ini adalah lahirnya inovasi segar, jalinan kemitraan yang kuat, serta solusi konkret untuk mempercepat arah kemudi pariwisata Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau.
Fokus pada Eksekusi, Bukan Sekadar Teori
Niat baik pemerintah disambut positif oleh pelaku industri. Co-Founder Eco Tourism Bali, Suzy Hutomo, menyebut bahwa Ecotourism Week tahun ini didesain bukan sekadar menjadi ruang akademik untuk beradu teori atau memamerkan konsep di atas kertas.
Forum ini adalah panggung kolaborasi nyata untuk mengeksekusi praktik pariwisata ramah lingkungan.
“Selama ini kita sering berbicara mengenai ide dan konsep. Melalui forum ini, kami ingin berfokus pada solusi dan implementasi nyata,” ucap Suzy Hutomo menegaskan komitmennya.
Baca Juga: Bali Spirit Festival 2026: Menpar Widiyanti Bidik Pasar Wellness Global
Ia menambahkan, berbagai topik penting akan dibahas, mulai dari ESG hingga pariwisata regeneratif melalui keberagaman, operasional berkelanjutan, dan dampak positif bagi komunitas.
Melalui sinergi yang erat antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku usaha di lapangan, Indonesia optimistis mampu bertransformasi menjadi destinasi wisata dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga lestari bagi generasi mendatang. (*)




