Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional masih berada di angka 21,5 persen. Angka ini berarti satu dari lima balita di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah sendiri memasang target ambisius untuk menekan angka tersebut hingga 14 persen.
Teknologi untuk Kemanusiaan
Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Baca Juga:Â Cegah Abrasi Pesisir Semarang, Telkom Terjunkan Relawan Karyawan Tanam Mangrove
Hery menambahkan bahwa sinergi antara bantuan fisik dan inovasi digital merupakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi pada masalah fundamental bangsa.
“Sinergi antara bantuan fisik dan inovasi digital ini merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, sekaligus menunjukkan komitmen kami bahwa teknologi harus hadir untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang paling mendasar,” tambahnya.
Melalui digitalisasi data kesehatan ini, Telkom mendorong praktik penanggulangan stunting yang lebih transparan dan efektif. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat dan berdaya saing global. (*)





