“Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (9/6).
Menahan Gejolak Lewat Buyback Rp4 Triliun
Tak hanya menebar dividen, Telkom juga menyiapkan tameng untuk menjaga harga sahamnya di lantai bursa. RUPST menyepakati program buyback saham dengan nilai maksimal mencapai Rp4 triliun.
Baca juga: Siasat Telkom Kuasai Pasar Digital Lewat Peluncuran Platform Raksasa AIcosystem
Aksi korporasi ini bakal digelar secara bertahap maupun sekaligus dalam kurun waktu 12 bulan ke depan, terhitung mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Langkah ini dipandang strategis untuk memberikan sentimen positif bagi investor di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif.
Dengan menyerap kembali saham yang beredar di publik, Telkom berharap dapat meningkatkan nilai kepemilikan pemegang saham sekaligus memperkuat struktur permodalan internal.
Perombakan Kursi Komisaris demi Transformasi 2026
Guna mengawal ambisi transformasi digital pada sisa tahun 2026, RUPST juga merestui perubahan susunan pengurus perseroan, khususnya pada jajaran Dewan Komisaris.
Baca juga: Fokus Bisnis Inti, TelkomGroup Resmi Lepas AdMedika ke Raksasa Fullerton Health
Perombakan struktur kepemimpinan ini dilakukan untuk menyegarkan fungsi pengawasan di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi yang kini mulai bergeser ke layanan data dan ekosistem digital terintegrasi.
Struktur kepemimpinan yang baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi TelkomGroup dalam menghadapi tantangan teknologi masa depan.



