Salah satunya adalah Koto Batu asal Banten yang memproduksi perhiasan batu alam modern. Karya desain mereka yang bertajuk Elora sukses menyabet penghargaan Best of Show Award dalam European Product Design Award x HKTDC Home InStyle 2026.
Selain Koto Batu, komoditas kerajinan anyaman pandan ramah lingkungan milik Kampoeng Anyaman (Jawa Tengah) juga menjadi primadona pembeli mancanegara. Produk ini sukses memikat pasar Amerika Serikat hingga Timur Tengah.
Baca Juga: IKM Koto Batu Raih Penghargaan Internasional di Hong Kong, Kemenperin Pacu Ekspor Kriya
Dari pertemuan tersebut, Kampoeng Anyaman memperoleh beberapa potensi tindak lanjut, di antaranya permintaan sampel produk dari buyer asal Amerika Serikat dan Abu Dhabi dengan potensi nilai kerja sama hingga Rp340 juta.
“Buyer dari Abu Dhabi ini bahkan menjalin komunikasi lanjutan untuk penjajakan kerja sama serta peluang business matching lanjutan,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita.
Tak ketinggalan, produk tenun kawat khas budaya Sumba gubahan Manamu (Bali) juga langsung dilirik oleh distributor asal Filipina, Selandia Baru, dan Hong Kong untuk dijajaki masuk ke jaringan ritel setempat.
Hong Kong Jadi Hub Strategis Ekspansi Pasar ASEAN
Reni Yanita menilai keikutsertaan dalam pameran yang dihadiri oleh 95 ribu buyer dari 134 negara ini sangat krusial.
Baca Juga: Menperin Resmikan Gedung BPIFK, Perkuat Daya Saing Industri Fesyen dan Kriya
Hong Kong merupakan hub perdagangan global untuk industri gaya hidup (lifestyle). Berdasarkan survei HKTDC, kawasan ASEAN diproyeksikan menjadi pasar kriya yang paling menjanjikan dalam dua tahun ke depan.





