Perundingan di Pakistan Masih Menggantung
Di saat situasi memanas, mata dunia tertuju pada Islamabad, Pakistan, yang ditunjuk sebagai lokasi putaran kedua perundingan damai. Keamanan di Ibu Kota Pakistan telah diperketat, termasuk pengosongan Hotel Serena dan penutupan jalan-jalan protokol.
Namun, kehadiran kedua belah pihak masih menjadi tanda tanya besar. Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Amerika dilaporkan belum meninggalkan Washington. Di sisi lain, Teheran bersikeras enggan bernegosiasi jika berada di bawah intimidasi. Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Washington untuk menanggalkan tuntutan yang dianggap melanggar hukum.
Kepala Koresponden Internasional BBC, Lyse Doucet, menilai diplomasi di balik layar sedang bekerja keras untuk mempertemukan kedua pihak.
“Ada satu aturan dalam diplomasi, yaitu, Anda tidak ingin menjadi orang yang disalahkan ketika sesuatu gagal. Jika JD Vance berada di Islamabad, akan sangat sulit bagi Iran untuk tidak muncul,” ujar Lyse.
Saat ini, Pakistan terus berupaya membujuk Iran agar bersedia duduk di meja perundingan. Teheran sendiri menegaskan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz selama pelabuhan mereka masih dalam kepungan blokade Amerika Serikat.






