URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, membidik subsektor kustom otomotif sebagai salah satu mesin baru ekspor ekonomi kreatif nasional.
Dalam kunjungannya ke Motovillage, Jakarta, Jumat, 24 April 2026, Irene menegaskan pentingnya pemberian nilai tambah (value added) pada produk lokal agar mampu bersaing di kancah internasional.
Irene menilai industri modifikasi dan kustom bukan sekadar hobi, melainkan ekosistem ekonomi yang melibatkan manufaktur, seni, hingga teknologi digital.
“Tentunya belajar mengenai industri yang baru ini. Untuk industri lokal, nasional, dan ekspornya supaya, kita bisa ada value added untuk ekspor,” ujar Irene di sela-sela dialog dengan para pelaku industri.
Baca Juga: IKM Otomotif Protes Rencana Impor Kendaraan KDKMP: Kami Mampu Pasok Dalam Negeri
Peran Kreator Konten dan Digitalisasi
Selain kualitas fisik kendaraan, Wamen Ekraf menyoroti peran strategis kreator konten otomotif berskala global.
Menurutnya, kreator konten adalah medium paling efektif saat ini untuk memperkenalkan potensi daerah dan keahlian teknis modifikator Indonesia ke pasar dunia.
Lebih jauh, Irene mendorong pelaku usaha untuk mulai melirik pengembangan aset digital. Ia berpendapat bahwa ekonomi kreatif di era ini tidak boleh hanya bertumpu pada produk fisik, tetapi juga harus mampu mengomersialkan kreativitas melalui platform digital.
“Mengenai digital asset bukan hanya bermain tetapi kita mengharapkan can sell the digital asset. Jadi bukan hanya dari sisi kreativitas tetapi dapat meningkatkan aspek ekonomi khususnya dalam dunia digital,” jelasnya.




