URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya ekosistem media digital yang inklusif dan aman bagi perempuan sebagai pilar penggerak industri kreatif.
Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi media independen Magdalene.co di Autograph Tower, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026.
Pertemuan yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini tersebut menyoroti peran strategis narasi media dalam membentuk perspektif publik.
Menurut Irene, media memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan dialog yang solutif atas isu-isu krusial yang dihadapi perempuan di era digital.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar: Perempuan Adalah Penggerak Utama Mesin Baru Ekonomi Kreatif Nasional
“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog yang aman, seperti Magdalene, untuk membahas isu-isu seperti kesehatan mental dan dinamika keluarga, agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga dapat saling terhubung dan mencari solusi bersama,” ujar Irene Umar dalam pertemuan tersebut.
Jurnalisme Berbasis Solusi
Magdalene, yang telah berdiri selama 13 tahun di bawah naungan PT Citra Puan Berdikari, konsisten mengangkat isu kekerasan berbasis gender, keberagaman, hingga ketimpangan sosial.
Pemimpin Redaksi Magdalene, Devi Asmarani, memaparkan bahwa visi media ini adalah mendorong perubahan sosial melalui jurnalisme berbasis solusi.
“Magdalene hadir untuk mengangkat isu-isu yang berdampak pada perempuan dan kelompok rentan, tidak hanya menyoroti permasalahan, tetapi juga menghadirkan perspektif solusi yang mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif,” tutur Devi.




