Baca juga:Â Ekspor Kosmetik Meroket, Menperin Dorong Bahan Baku Lokal Jadi Pilar Ekonomi Nasional
Membidik Delapan Miliar Target Konsumen Global
Festival kecantikan yang mengusung tagar #TemukanCantikmu ini mengawinkan metode belanja Online-to-Offline (O2O) secara interaktif.
Panitia mengemas acara lewat perpaduan stan pameran produk, edukasi kosmetik, hingga panggung hiburan musik.
Skema belanja modern ini membantu para pemilik jenama lokal dalam menyusun strategi komunikasi visual yang kuat agar produk mereka mampu memikat hati konsumen mancanegara.
Irene Umar menantang para pengusaha muda untuk memperluas jangkauan ekspor mereka dan tidak hanya menjadi jago kandang di pasar domestik.
Kehadiran TikTok terbukti memperpendek jarak logistik internasional sehingga mempermudah proses penetrasi pasar dari Jakarta ke seluruh penjuru dunia.
Saat menyemangati para peserta pameran, Irene Umar menegaskan bahwa setiap jenama lokal kini hanya membutuhkan satu hal, yaitu ambisi besar.
Baca juga:Â Kemenperin Perkuat Branding IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Indonesia
Ambisi ini berguna untuk tidak sekadar menjadi penguasa di pasar domestik melainkan juga berekspansi ke panggung internasional.
Ia mengimbau para pelaku usaha untuk berhenti terpaku pada target 280 juta konsumen dalam negeri dan mulai membidik potensi 8 miliar pasar global.
Pihaknya meyakini platform digital seperti TikTok mampu berfungsi sebagai batu loncatan bagi generasi muda Indonesia menuju pasar dunia.
“Karena menilai mereka sudah sangat siap berkompetisi di level tersebut. Because you know what, I believe you guys are ready,” tutur Irene.




