“Dengan SP2KP, Kemendag menyediakan data harga bapok yang diperbarui setiap harinya. Data ini dimanfaatkan sebagai peringatan dini (early warning) khususnya komoditas yang harganya mengalami tren kenaikan,” jelas Roro.
Ia menambahkan, sistem ini memetakan wilayah mana saja yang membutuhkan intervensi kebijakan secara cepat.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang turut mendampingi sidak tersebut, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan bazar Ramadan di tiap kecamatan.
Baca Juga: Benteng Baja Nasional, Wamendag Dorong Penguatan Tata Niaga dan Proteksi Industri Lokal
“Pemkot Tangsel memonitor harga dan pasokan secara rutin. Baru saja, kami gelar bazar Ramadan yang telah dimanfaatkan ribuan pengunjung. Jadi, pada waktu-waktu tertentu, kami menyediakan bapok dengan harga terjangkau,” kata Pilar.
Di akhir kunjungan, Wamendag Roro sempat berdialog dengan pedagang pasar. Mimin, salah satu pedagang sayur, mengeluhkan tingginya harga cabai rawit merah yang belum turun sejak bulan lalu.
Ia berharap pemerintah terus konsisten menjaga kelancaran distribusi dari pasar induk agar harga di tingkat pedagang eceran tetap kompetitif dan terjangkau oleh konsumen. (*)






