Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar Dorong Hilirisasi Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Premium Global
Para pelancong yang datang dapat melihat langsung sepeda onthel yang kerap digunakan Marsinah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga lembaran catatan perjuangannya yang ditata secara informatif.
“Kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat,” tutur Ni Luh Puspa.
Kolaborasi Pokdarwis dan Koperasi Merah Putih
Status Marsinah sebagai figur ikonik diharapkan menjadi magnet kuat bagi pelancong regional maupun nasional.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, menyatakan kesiapan instansinya untuk membenahi fasilitas penunjang demi kenyamanan para pelancong.
Baca Juga: Refleksi Kartini, OJK Ajak Perempuan Perkuat Budaya Integritas dan Anti-Fraud
“Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo,” kata Eko.
Sebagai destinasi rintisan, Pokdarwis Nglundo mengakui masih memerlukan asistensi berkelanjutan dari pemerintah lintas sektor—mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat—terutama dalam penyusunan paket wisata terpadu dan manajemen pelayanan baku.
Guna mempercepat kemandirian ekonomi, Pokdarwis setempat kini resmi menjalin kemitraan strategis dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).




