URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan aktivitas perdagangan di Kabupaten Pidie, Aceh, telah pulih sepenuhnya pascabencana banjir November 2025 lalu.
Dalam tinjauan lapangannya ke Pasar Pante Teungoh dan sejumlah ritel pada Senin, 23 Februari 2026, Mendag menyebut pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) kini dalam kondisi aman dan harga mulai terkendali.
“Kami ke Kabupaten Pidie untuk memastikan pemulihan sarana perdagangan pascabanjir dan aktivitas ekonomi dan perdagangan berjalan baik. Kami cek harga bapok, sudah stabil. Kelihatan ekonominya sudah mulai bergerak dan harga-harga terkendali,” ujar Mendag yang akrab disapa Busan tersebut.
Pantauan Harga: Beras Sesuai HET, Gula Melambung
Berdasarkan pantauan di pasar rakyat dan toko ritel seperti Toko Telur Mas dan UD Amir, harga beras tercatat masih patuh pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Zona 2. Beras medium dijual seharga Rp14.000/kg, premium Rp15.000/kg, dan beras SPHP Bulog dipatok Rp12.600/kg.
Baca Juga: Produk Kertas Beralur RI Bebas BMTP Filipina, Mendag: Bukti Kita Bermain Adil
Namun, komoditas gula pasir tercatat masih berada di atas Harga Acuan (HA), yakni Rp19.000/kg. Kenaikan ini dipicu oleh ketergantungan pasokan dari Medan, Sumatera Utara, yang bertepatan dengan lonjakan permintaan menjelang bulan Ramadan. Sebaliknya, MINYAKITA terpantau melimpah di harga Rp15.700/liter berkat distribusi rutin dari Bulog.
Keluhan Logistik dan Jembatan Darurat
Meski harga mayoritas komoditas seperti cabai merah dan daging ayam mulai melandai, para pedagang mengeluhkan kendala logistik. Fajar, seorang pedagang cabai, menyebutkan harga cabai rawit yang sempat menyentuh Rp100.000/kg saat banjir kini telah turun ke level Rp50.000/kg.




