URBANCITY.CO.ID – PTPN IV Regional III melalui Kebun Air Molek 2 di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mematangkan rencana peremajaan (replanting) lahan sawit seluas 862 hektare pada tahun 2026.
Langkah ini diambil guna mengganti tanaman yang telah melewati masa ekonomis sekaligus memperkuat fondasi produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) jangka panjang.
Program peremajaan ini dijadwalkan mulai bergulir pada Mei hingga Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun. Fokus area mencakup tiga wilayah utama, yakni Afdeling 2 seluas 126 hektare, Afdeling 3 seluas 536 hektare, dan Afdeling 6 seluas 200 hektare.
Manajer Kebun Air Molek 2, Eka Surya Darmawan, menyebut kebijakan ini sebagai investasi krusial perusahaan.
“Tanaman yang sudah melewati puncak produktivitas harus segera diperbarui agar kesinambungan produksi tetap terjaga. Ini bukan sekadar pergantian tanaman, tetapi investasi jangka panjang,” ujar Eka di Indragiri Hulu, Ahad, 1 Maret 2026.
Baca Juga: Akurasi 96,77 Persen, PTPN IV Regional III Kelola Sawit Lewat Presisi Data, Bukan Asumsi
Mengejar Target 7 Ton CPO per Hektare
Langkah strategis ini selaras dengan ambisi induk perusahaan, PTPN IV PalmCo, yang menargetkan produktivitas hingga 7 ton CPO per hektare.
Saat ini, PTPN IV Regional III telah ditetapkan sebagai pilot project nasional untuk mencapai angka tersebut, mengingat rata-rata produktivitas CPO nasional masih berkisar antara 3 hingga 4 ton per hektare.
Regional III sendiri tercatat telah mencapai angka 5,06 ton per hektare. Peremajaan lahan di Air Molek 2 diharapkan menjadi katalisator untuk menutup celah menuju target sasaran.




