URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sebanyak 543.440 orang atau sekitar 60 persen pemudik telah menyeberang kembali dari Pulau Sumatera menuju Jawa hingga Jumat, 27 Maret 2026 (H+5).
Meski arus balik masih menunjukkan intensitas tinggi, manajemen mengklaim pergerakan penumpang tahun ini lebih merata sehingga kemacetan ekstrem di pelabuhan dapat dihindari.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa pola distribusi arus yang tidak menumpuk di satu waktu menjadi kunci kelancaran operasional di lintasan Bakauheni–Merak.
Hingga pukul 14.00 WIB kemarin, jumlah kendaraan yang kembali juga telah menyentuh angka 144.039 unit, atau setara 60 persen dari total volume saat arus mudik.
Baca Juga: Arus Balik Sumatera–Jawa: 327 Ribu Penumpang Menyeberang, ASDP Siagakan Skema TBB
“Distribusi arus yang lebih merata menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran layanan. Dukungan kesiapan armada, optimalisasi operasional, serta kesadaran masyarakat untuk menghindari periode puncak sangat menentukan keberhasilan layanan penyeberangan,” ujar Heru dalam keterangan resminya.
Waspada 40 Persen Massa Tersisa
Kendati situasi terkendali, ASDP memberikan catatan bahwa masih ada sekitar 40 persen atau lebih dari 350 ribu pemudik yang diperkirakan baru akan bergerak dalam beberapa hari ke depan. Untuk mengantisipasi “ledakan” susulan, ASDP tetap menyiagakan strategi adaptif di lapangan.
Skema delaying system atau penundaan keberangkatan di sejumlah titik penyangga (buffer zone) terus diperkuat guna mengurai potensi antrean di bibir dermaga.




