URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya memperkuat taji produk lokal di pasar internasional.
Melalui Forum Strategi Pengembangan Ekspor Nasional yang digelar di Surabaya, Kamis, 16 April 2026, Kemendag mendorong para pelaku usaha untuk bersikap adaptif dalam memanfaatkan celah di tengah karut-marut dinamika global.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa posisi Indonesia sangat strategis untuk mengisi kekosongan pasokan dunia.
Menurutnya, ketidakpastian ekonomi global justru menjadi panggung bagi eksportir nasional yang jeli melihat peluang.
Baca Juga: Kemendag Terbitkan Permendag Ekspor 2026, Hapus Izin ET Timah dan Migas Demi Genjot Investasi
Indonesia berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai sumber pasokan global dan tampil sebagai kekuatan ekspor di tengah ketidakpastian dunia.
“Setiap krisis menghadirkan peluang, kita perlu mendorong bersama upaya untuk meraih serta memanfaatkannya secara optimal,” ujar Puntodewi dalam keterangannya dari Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Mengubah Hambatan Menjadi Kesempatan
Sekretaris Ditjen PEN, Arief Wibisono, yang hadir langsung dalam forum tersebut, meminta 75 pelaku usaha berorientasi ekspor dari Jawa Timur untuk tidak gentar menghadapi fluktuasi pasar.
Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan operasional dalam merespons perubahan regulasi internasional.
“Dinamika global jangan dilihat sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan. Untuk meraih kesempatan tersebut, maka pelaku usaha perlu siap, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang ekspor sekaligus mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional,” kata Arief.




