URBANCITY.CO.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengklaim mayoritas infrastruktur konektivitas di Pulau Sumatera yang sempat lumpuh akibat bencana kini telah kembali fungsional.
Langkah percepatan terus dilakukan guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
Data terbaru menunjukkan 107 ruas jalan dan 43 jembatan nasional yang terdampak kini telah pulih 100 persen.
Di level jalan daerah, sebanyak 2.277 ruas atau sekitar 94 persen dari total 2.421 titik terdampak sudah dapat dilalui kembali.
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan penanganan di jalur nasional berlangsung cepat. “Kalau jalan dan jembatan nasional tidak ada masalah. Memang ada longsor, tapi dalam hitungan kurang dari 24 jam sudah bisa kita bereskan,” ujar Dody dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Baca Juga: Menteri PU : Perjalanan Mudik Lebaran 2025 Dipastikan Lebih Lancar
Tantangan Lumpur dan Cuaca di Aceh
Meski jalur utama mulai stabil, pemerintah memberikan perhatian ekstra untuk Provinsi Aceh. Curah hujan yang masih tinggi serta tebalnya timbunan material lumpur di wilayah hilir menjadi hambatan utama pemulihan.
“Progres di Aceh, masalah utamanya sebenarnya lumpur dan hari ini pun masih hujan. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan harus dipercepat,” tegas Dody.
Sebagai langkah preventif terhadap banjir bandang susulan, Kementerian PU mempercepat pembangunan sabo dam.
Infrastruktur ini difungsikan untuk menahan material kayu dan sedimen agar tidak menyumbat aliran sungai di wilayah hilir seperti Aceh Tamiang.




