Daya Beli Melemah, OJK Beberkan Penyebab Kucuran Kredit UMKM Masih Mandek

Pelaku usaha mikro menjajakan produk kreatifnya di sebuah pameran UMKM Jakarta. (Foto: Urbancity)

URBANCITY.CO.ID – Penyaluran kredit perbankan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih berjalan terseok-seok.

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan pembiayaan di sektor penyerap tenaga kerja terbesar ini bergerak stagnan, memicu kekhawatiran atas pemulihan ekonomi di tingkat akar rumput pascapandemi yang melambat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa seretnya kucuran modal ini dipicu oleh sikap perbankan yang kian selektif.

Industri sengaja memasang barikede manajemen risiko yang ketat demi mengantisipasi pemburukan kualitas aset akibat melemahnya daya beli masyarakat, terutama di segmen kelas menengah ke bawah.

Baca Juga: OJK Buka Suara Soal Kontraksi Pendapatan IJP dan Tantangan Penjaminan Kredit UMKM

Menurutnya, perbankan saat ini cenderung lebih selektif dalam menyalurkan kredit ke segmen UMKM sebagai salah satu bentuk penerapan manajemen risiko di tengah dinamika ekonomi yang ada.

“Selain itu, adanya perubahan pola konsumsi masyarakat sebagai dampak dari tekanan daya beli, terutama di kelas menengah ke bawah dapat berdampak langsung pada omzet dan perputaran kas pelaku UMKM,” ujar Dian dalam wawancara tertulis, Minggu (17/5/2026).

Ramadan dan Lebaran Jadi Penyelamat dari Kontraksi

Berdasarkan data OJK per akhir Triwulan I-2026, total baki debet kredit UMKM nasional tercatat sebesar Rp1.498,64 triliun. Secara tahunan (year-on-year/yoy), angka ini hanya tumbuh tipis 0,12 persen.

Kendati sangat rendah, rapor ini sedikit membaik dibanding posisi Februari 2026 yang sempat terjun ke zona kontraksi alias minus 0,56 persen.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.