URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina (Persero) memaknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 sebagai momentum krusial untuk memperkokoh kedaulatan energi nasional.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, perusahaan pelat merah ini fokus memperkuat mitigasi risiko operasional, transformasi digital, serta ekspansi bisnis rendah karbon.
Semangat kebangkitan ini ditegaskan dalam Upacara Bendera peringatan Harkitnas 2026 yang digelar khidmat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta.
Agenda ini diikuti oleh jajaran direksi beserta seluruh perwira Pertamina Grup dari level holding, subholding, hingga anak usaha sektor jasa (services).
Baca Juga: Sasar Pasar Global, Pertamina Drilling Unjuk Gigi Teknologi Rig Lepas Pantai
“Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat,” ujar Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, saat membacakan amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Pengelolaan Risiko Adaptif Jadi Fondasi Utama Operasional
Mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Pertamina menyelaraskan semangat kebangkitan dengan komitmen menjaga pasokan energi dari hulu ke hilir.
Pengelolaan risiko yang adaptif kini ditempatkan sebagai pilar utama pertahanan korporasi dalam menghadapi volatilitas industri minyak dan gas bumi dunia.
“Bagi Pertamina, pengelolaan risiko yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga,” tegas Siddik.




