URBANCITY.CO.ID – Berkilau dan selalu memikat mata, itulah daya tarik abadi dari sebuah perhiasan. Belakangan ini, grafik harga emas batangan yang terus meroket sejak akhir tahun 2025 memang membuat banyak orang tergiur untuk mengalihkan dana mereka ke instrumen investasi logam mulia.
Namun, fenomena ini diyakini tidak akan melunturkan pesona industri perhiasan nasional di panggung ekonomi.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tetap memasang sikap optimistis. Di tengah bergesernya minat sebagian masyarakat yang berburu emas batangan, industri perhiasan dalam negeri diproyeksikan tetap memiliki masa depan yang cerah sebagai sektor strategis penyerap tenaga kerja dan pendongkrak ekspor.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, emas batangan murni memang menjadi primadona baru untuk mengamankan nilai aset.
Kendati demikian, produk perhiasan memiliki keunggulan emosional dan praktis yang tidak dimiliki oleh sebongkah logam mulia mentah. Perhiasan adalah bagian dari gaya hidup, fesyen, dan identitas diri.
Baca Juga: Prediksi Harga Emas 2026: Meski Terkoreksi, Berpeluang Tembus US$ 6.000 per Troy Ons
“Tren lonjakan harga logam mulia memang menggiurkan sebagai aset investasi. Namun, jika dilihat lebih luas, sampai kapan pun masyarakat akan tetap membeli perhiasan emas, perak, batu mulia, dan batu permata karena memiliki dua fungsi yaitu sebagai investasi dan aksesori yang bisa dipakai dan dikoleksi,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (31/5).




