URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memeriksa langsung kesiapan fisik bangunan Hunian Senen di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juni 2026.
Kementerian PKP menyiapkan kompleks rumah susun ini sebagai lokasi penampungan baru bagi ratusan kepala keluarga yang harus angkat kaki dari kawasan kumuh bantaran rel kereta api.
Maruarar berjanji akan membawa hasil inspeksi mendadak ini ke meja Istana Negara pada hari berikutnya untuk melaporkan kesiapan pemanfaatan aset kepada Presiden.
Politikus yang akrab disapa Ara ini menginstruksikan anak buahnya di lapangan agar memperketat proses verifikasi data calon penghuni guna mencegah praktik jual-beli sewa oleh oknum mafia tanah.
Baca juga: Kuasai 84 Persen Pasar Syariah, Menteri PKP Apresiasi Kinerja KPR Subsidi BSN
“Besok akan kami laporkan kepada Presiden bahwa hunian ini sudah siap. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa penghuni yang menempati hunian ini benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yaitu merelokasi warga dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen,” kata Maruarar memberikan ketegasan.
Keroyokan BUMN Selesaikan Proyek Kurang dari Tiga Bulan
Pemerintah mendirikan Hunian Senen di atas tanah seluas 1,61 hektare dengan memanfaatkan aset lahan Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Angkasa Pura Indonesia.
Kompleks ini menyediakan total 324 unit kamar siap huni yang sudah mengintegrasikan berbagai fasilitas penunjang publik seperti toilet komunal, tempat ibadah, dapur umum, ruang interaksi warga, taman bermain anak, hingga area parkir kendaraan.




