URBANCITY.CO.ID – Sengkarut geopolitik dunia dan fluktuasi harga komoditas global memaksa industri hulu migas memutar otak.
Sektor ekstraktif nasional kini tidak hanya menuntut lincah secara operasional di lapangan, melainkan juga wajib mencetak generasi baru yang melek peta konflik internasional.
Merespons hal itu, PT Pertamina Internasional EP (PIEP)—lini bisnis hulu pelat merah yang menakhodai aset luar negeri Pertamina—mulai bergerilya ke ruang-ruang akademik.
Anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini menggelar program Leaders Go to Campus dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Baca juga: Melampaui Target, Kinerja PIEP Melejit di 10 Negara Melalui Strategi Berburu Minyak
Kolaborasi antara Society of Petroleum Engineers UGM Student Chapter dan SPE Java Indonesia Section merupakan arsitek hajatan yang menjadi bagian dari Annual Energy Symposium (AES) UGM.
Agenda bertajuk “Strategic Leadership Beyond the Horizon” ini menjadi wadah adu gagasan antara praktisi minyak dan akademisi kampus.
Di hadapan ratusan mahasiswa, PIEP menguliti lanskap bisnis hulu migas yang kini tak lagi sekadar urusan memompa minyak dari perut bumi.
PIEP mengajak mahasiswa memahami bahwa tantangan energi masa depan bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga menuntut kepemimpinan yang visioner.
Kemudian, kelincahan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan yang cepat.
Berburu Minyak di Zona Merah Geopolitik
Baca juga: Sinergi Industri-Akademisi, PIEP Dorong Penerapan Sustainability Bareng SPE UI




