URBANCITY.CO.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat memotong rantai kejatuhan harga telur ayam ras yang mencekik para peternak mandiri di berbagai daerah.
Kementan mengumpulkan perwakilan peternak petelur rakyat dari seluruh penjuru Indonesia dalam sebuah audiensi darurat di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Amran menegaskan bahwa pemerintah mengarsiteki sejumlah langkah taktis untuk melindungi bisnis peternak lokal agar tidak terus merugi akibat fenomena kelebihan pasokan (oversupply).
Mentan Amran memuji konsistensi para peternak lokal yang sukses menjaga ketahanan pangan nasional hingga mencetak surplus dan menembus pasar ekspor.
Namun, ia menilai capaian swasembada ini harus berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan regulasi dari negara saat harga komoditas anjlok di pasar.
Di hadapan peserta audiensi, Amran Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada para peternak petelur dari berbagai daerah atas usulan perbaikan regulasi.
Baca juga: Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru demi Kerek Produktivitas Perkebunan Petani
Ia mengaku bangga atas dedikasi para peternak yang sukses menyuplai kebutuhan pangan nasional hingga mencetak surplus dan menembus pasar ekspor.
Amran menegaskan bahwa kementeriannya telah merancang sejumlah kebijakan taktis untuk memproteksi usaha mereka dari risiko kerugian akibat anjloknya harga pasar.
“Kami sudah mengambil beberapa kebijakan langkah-langkah agar kita bisa lindungi mereka, jangan sampai merugi,” ujar Amran Sulaiman, dikutip Minggu (14/6).
Mengerahkan Polisi Pangan Guna Mengawal Harga Pokok Pembelian
Kementerian Pertanian langsung menetapkan batas bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat produsen sebesar Rp26.500 per kilogram sebagai senjata utama penstabil pasar.


