Baca juga: Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Kementan Berdayakan Ekonomi Kerakyatan
Ia pun menutup taklimat dengan kalimat emosional, “Oh iya terakhir, jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia. Makasih.”
Asosiasi peternak menyambut gembira intervensi kilat dari pemerintah ini.
Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, memaparkan bahwa harga telur di tingkat peternak sempat rontok menyentuh Rp21.500 per kilogram di Jawa Timur.
Kemudian, tertahan di angka Rp22.300 hingga Rp22.500 untuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.
Nilai jual tersebut berada jauh di bawah modal produksi harian peternak.
“Ini sangat membantu kepada kami dan kami juga terima kasih atas inisiatif dari Bapak Menteri. BGN juga akan menyerap telur dari peternak, seminggu menjadi tiga kali kembali yang kemarin baru satu kali,” ucap Yudianto.
Baca juga: Endus Kartel Sawit, Satgas Pangan Polri Selidiki Anomali Jatuhnya Harga TBS Petani
Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKTNT Blitar, Eti Marlina, mengonfirmasi bahwa Kementan bersedia membiayai logistik pengiriman surplus telur.
Yakni, pengiriman telur dari sentra produksi Blitar menuju daerah-daerah non-sentra yang kekurangan pasokan.
Kebijakan subsidi angkutan ini dipercaya ampuh mengurai penumpukan stok telur di wilayah Jawa Timur.
“Alhamdulillah apa yang disampaikan teman-teman peternak sudah diakomodir dengan baik oleh Pak Mentan, yang memang pro peternak rakyat,” pungkas Eti. (*)


