Guna memperkuat daya beli, Bulog juga menggelontorkan subsidi jagung melalui program SPHP untuk memangkas biaya pakan pembesaran unggas.
Baca juga: Genjot Target 10 Ribu Hektare, Kementan Pecut Tanam Tebu Serentak di Pekalongan
“Pertama, HPP kami minta kepada seluruh pengumpul pembeli telur harga HPP-nya adalah Rp26.500 per kilo. Kemudian kami juga sudah memberikan SPHP jagung dari Bulog,” kata Amran merinci instrumen kebijakannya.
Amran juga langsung menghubungi Kepala BGN, Nanik Sudaryati, untuk mengintegrasikan kelebihan pasokan telur ini ke dalam program MBG.
Pemerintah sepakat mempercepat dan menaikkan frekuensi pemberian menu telur bagi anak sekolah menjadi tiga kali dalam sepekan dari rencana awal yang hanya satu kali.
“Saya menelepon langsung Ibu Kepala BGN dan beliau langsung menyanggupi. Insyaallah jumlahnya, kuantumnya akan ditingkatkan,” tutur Amran.
Memblokir Modal Asing dan Memasukkan Budidaya Ayam ke Daftar Negatif
Kementan juga mengambil langkah proteksi radikal dengan menyurati Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM guna menutup keran investasi asing di sektor budidaya ayam petelur.
Baca juga: Kejar Swasembada Pangan, Kementan Kerahkan BRMP Kawal Bantuan di 38 Provinsi
Amran berkomitmen memasukkan sektor ini ke dalam negative list investasi guna membentengi wilayah ekonomi sirkular milik peternak cilik dari gempuran korporasi raksasa.
Amran Sulaiman memastikan jajarannya segera mengusulkan penutupan keran investasi asing di sektor budidaya ayam ke pihak BKPM melalui skema negative list.


