URBANCITY.CO.ID – Kementerian Pertanian mematangkan strategi mitigasi guna menyelamatkan produksi beras nasional dari ancaman anomali iklim sepanjang tahun ini.
Otoritas pertanian mempercepat realisasi perluasan area tanam di berbagai daerah sentra untuk mengantisipasi penurunan pasokan air akibat kemarau.
Langkah taktis ini menjadi kunci utama pemerintah dalam menjaga stabilitas stok beras di pasar induk sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Inspektur Jenderal Kementan sekaligus Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Irham Warohian, menempatkan program percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai prioritas mutlak sektor agraris selama periode Juni hingga September 2026.
Manajemen mengerahkan seluruh sumber daya dinas di daerah untuk mendampingi para petani agar segera turun ke sawah setelah masa panen pertama usai.
Baca Juga: Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru demi Kerek Produktivitas Perkebunan Petani
Peningkatan luas tambah tanam harus dilakukan secara terukur, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan langkah percepatan tanam yang tepat, kita optimistis produksi padi tetap terjaga sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Irham Warohian di Jakarta.
Memprioritaskan Sepuluh Provinsi Penyuplai Beras Terbesar
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengunci perhatian penuh pada 10 provinsi yang selama ini menjadi tulang punggung pemenuhan beras nasional.
Wilayah prioritas tersebut meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.




