Fokus kerja yang mengerucut ini bertujuan agar intervensi anggaran dan bantuan teknologi dari pusat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca juga:Â Genjot Target 10 Ribu Hektare, Kementan Pecut Tanam Tebu Serentak di Pekalongan
Guna melancarkan gerakan tanam serentak ini, Kementan merajut koordinasi ketat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, hingga aparat TNI.
Otoritas juga menerjunkan ribuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memastikan para petani mendapatkan pasokan pupuk subsidi secara tepat waktu.
Tim lapangan bergerak cepat mengevaluasi kartu tani agar tidak ada lagi kelangkaan input produksi di tingkat desa.
Membagikan Benih Tahan Kering dan Memasang Ratusan Pompa Air
Menghadapi risiko kekeringan ekstrem, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengoptimalkan pemanfaatan sumber air alternatif melalui sistem peringatan dini (early warning system).
Petugas di lapangan merehabilitasi jaringan irigasi tersier, mengeruk embung yang dangkal, serta memasang ratusan pompa air penarik arus sungai ke petak sawah.
Baca juga:Â Kejar Swasembada Pangan, Kementan Kerahkan BRMP Kawal Bantuan di 38 Provinsi
Langkah pompanisasi masif ini menyelamatkan ribuan hektare lahan berkategori tadah hujan dari ancaman gagal tanam.
Kementan juga membekali para petani dengan varietas benih padi genjah yang memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca panas, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Pajajaran, dan Cakrabuana.
Penggunaan bibit unggul berumur pendek ini memotong durasi budidaya sehingga petani dapat memanen padi lebih cepat sebelum puncak musim kemarau tiba.




