URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) secara masif di wilayah Papua Raya.
Inisiatif ini memperkuat realisasi Program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah mengalokasikan total 22.379 unit rumah untuk dibedah sepanjang tahun 2026, yang meningkat tajam dari 1.656 unit pada tahun sebelumnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi mendalam atas terobosan kebijakan yang dilakukan Menteri PKP Maruarar Sirait.
Peningkatan alokasi ini menjadi wujud perhatian khusus negara terhadap warga di wilayah perbatasan Indonesia.
Baca juga:Â Kementerian PKP Kebut Program Bedah Rumah Rp8,3 Triliun, Target Tuntas November 2026
“Ini peningkatan yang luar biasa dari Pak Menteri Maruarar Sirait atas program bedah rumah dibanding tahun 2025, terutama untuk masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan,” ujar Mendagri Tito saat peluncuran program BSPS di Kampung Mosso, Jayapura, Minggu (21/6/2026).
Tantangan Hunian di Wilayah Papua
Data pemerintah mencatat sebanyak 71.500 rumah di Papua masih dalam kategori tidak layak huni.
Provinsi Papua sendiri memiliki persentase rumah tidak layak huni sebesar 32,5 persen, sementara di Papua Pegunungan angka tersebut menyentuh hampir 80 persen.
Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus bagi kawasan perbatasan dengan mengalokasikan 15.000 unit BSPS dari total 400.000 unit secara nasional.




