URBANCITY.CO.ID – Pemerintah secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah fundamental dalam memetakan kekuatan industri ekonomi kreatif di Indonesia.
Kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjamin tersedianya basis data mutakhir.
Data ini menjadi kunci utama bagi para investor dan pelaku usaha dalam menentukan arah pengembangan bisnis.
Bagi masyarakat urban yang bergerak di sektor kreatif, data ini berfungsi sebagai roadmap strategis untuk melihat peluang pasar masa depan yang lebih presisi dan kompetitif.
Menko PM, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa urgensi data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam merancang pembangunan yang berdampak luas.
Muhaimin mengatakan, data adalah infrastruktur yang mutlak menjadi kebutuhan pemerintah maupun di luar pemerintah.
Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 merupakan investasi besar bagi kemajuan bangsa.
Baca juga:Â Lampion di Langit Jakarta, Kemen Ekraf: Festival Imlek 2026 Jadi Panggung Akulturasi Ekonomi Kreatif
“Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat, membuka ruang-ruang baru bagi percepatan ekonomi kreatif serta menjadi bekal menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Muhaimin dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6).
Mengakselerasi Mesin Baru Ekonomi Indonesia
Sektor ekonomi kreatif kini membuktikan diri sebagai pilar pertumbuhan nasional dengan kontribusi PDB mencapai Rp1.757,87 triliun pada 2025.




