URBANCITY.CO.ID – Tren lanskap bisnis perkotaan kini bergeser drastis dari sekadar mempertahankan omzet harian menuju penciptaan nilai valuasi jangka panjang.
Para pelaku usaha modern memandang lantai bursa saham bukan lagi wilayah eksklusif korporasi konglomerasi, melainkan panggung strategis bagi brand lokal untuk melipatgandakan aset dan memperkuat status di pasar terbuka.
Menangkap momentum gaya hidup bisnis tersebut, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadirkan inisiatif strategis bertajuk RISE TO IPO 2026.
Program bertema “Empowering Medium Enterprises to IPO” ini menjaring 153 perusahaan potensial di tiga kota dinamis Indonesia: Surabaya (50 perusahaan), Makassar (45 perusahaan), dan Bandung (58 perusahaan).
Baca Juga:Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Investasi dan Wirausaha di Sulsel
Deputi Bidang Usaha Menengah, Kementerian UMKM, Bagus Rachman mengatakan Program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian UMKM dalam mendampingi usaha menengah agar semakin siap berkembang menjadi perusahaan yang profesional, transparan, dan memiliki akses pendanaan yang lebih luas.
“Melalui RISE TO IPO, pengusaha menengah mendapatkan pemahaman mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, manfaat go public, serta tahapan persiapan menuju Initial Public Offering (IPO). Pendampingan juga mencakup penguatan aspek legal, keuangan, dan tata kelola perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam proses menuju perusahaan terbuka,” kata Bagus Rachman,di Jakarta, Kamis (17/09).
Buka Peluang Investasi Segar dan Tata Kelola Modern
Langkah go public menyajikan benefit likuiditas masif sekaligus memperkuat reputasi merek di mata konsumen urban yang melek literasi keuangan.
Baca Juga: Kementerian UMKM Suntik Modal dan Akselerasi Bisnis di Aceh
Keterbukaan informasi dan tata kelola profesional (GCG) otomatis meningkatkan kredibilitas perusahaan saat menjalin kemitraan global, merekrut talenta terbaik, maupun menarik minat investor ritel perkotaan.
Bagus menegaskan bahwa penguatan skala usaha menengah menuntut diversifikasi sumber pembiayaan agar bisnis tidak terjebak pada skema pinjaman konvensional yang membebani arus kas operasional.
“RISE TO IPO menjadi salah satu upaya kami untuk membuka wawasan usaha menengah bahwa pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan bisnis. Namun, untuk menuju ke sana, perusahaan perlu mempersiapkan fundamental bisnis, tata kelola, aspek keuangan, dan legalitasnya secara bertahap,” ujar Bagus.
Bagus menambahkan, pelaksanaan roadshow di Surabaya pada 18 Juni 2026, Makassar pada 16 Juli 2026, dan Bandung pada 31 Agustus 2026 menjadi langkah awal perluasan literasi pasar modal ke berbagai sentra bisnis regional.
Baca Juga: Perkuat UMKM, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Senilai Rp326 Miliar
“Pelaksanaan di tiga kota tersebut menjadi sarana untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal kepada usaha menengah di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Bagus.
Kurasi Ketat Menuju Intensive Bootcamp dan Inkubasi
Para peserta menyerap wawasan komprehensif mengenai mekanisme penawaran umum perdana, optimasi modal kerja, serta studi kasus sukses emiten bursa.
Kementerian UMKM merancang rangkaian program berjenjang mulai dari seleksi awal, seminar literasi, kurasi kelayakan bisnis, hingga pembinaan berkesinambungan.
Baca Juga:Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Halal untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM di Pasar Global
“Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai IPO, perusahaan yang memenuhi kriteria akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif, ungkap Bagus.
Tim kurator saat ini menyeleksi 153 entitas bisnis dari Surabaya, Makassar, dan Bandung untuk menyaring kandidat terbaik menuju panggung Intensive Bootcamp.
Tahap ini menitikberatkan pada kesehatan laporan keuangan, validasi model bisnis, mitigasi risiko legalitas, serta kesiapan mental manajemen menjadi perusahaan publik.
Praktisi pasar modal papan atas mendampingi langsung peserta terpilih selama masa bootcamp guna membedah restrukturisasi modal dan strategi valuasi saham yang atraktif bagi investor.
Baca Juga: Peluang Cuan Wirausaha Muda: Menteri UMKM Dorong Mahasiswa Bangun Bisnis
“Pendampingan ini tidak berhenti pada kegiatan seminar. Kami ingin membangun proses pembinaan yang berkelanjutan, sehingga perusahaan yang memiliki potensi dapat terus didampingi untuk memperkuat fundamental bisnisnya hingga siap mengakses pasar modal,” lanjut Bagus.
Katalis Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Bursa Saham
Kementerian UMKM menyalurkan lulusan program terbaik menuju gerbang IDX Incubator 2027 sebagai akselerator final sebelum membunyikan bel perdagangan di Main Hall BEI.
Ekosistem kolaboratif ini mencetak generasi baru wirausaha perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.
Baca Juga: Revitalisasi UMKM Sumatera: Peluang Investasi dan Akselerasi Ekonomi
Fundamental bisnis yang solid menghadirkan peluang scaling up eksponensial bagi brand lokal untuk mendominasi pasar domestik sekaligus menembus portofolio investor institusi.
“Kementerian UMKM mendorong transformasi usaha menengah agar tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin siap memasuki ekosistem pembiayaan formal dan pasar modal Indonesia,” pungkas Bagus.




