URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat perkotaan kini kian gandrung mencari ruang publik interaktif yang menawarkan pengalaman otentik bernilai edukatif.
Kalangan keluarga muda urban membutuhkan wahana rekreasi edukatif (edutainment) yang menyegarkan pikiran sekaligus memutus ketergantungan anak-anak terhadap gawai digital.
Menjawab tren gaya hidup tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), M. Iskandar Kunaefi, merancang langkah cepat untuk merevitalisasi Museum Prangko di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Pemerintah memproyeksikan transformasi aset bersejarah ini menjadi ruang publik dinamis yang memonetisasi potensi ekonomi budaya (cultural economy).
Baca Juga:Â Investasi Budaya Urban: Jelajahi 7 Destinasi Wisata Wayang Ikonik Nusantara
Revitalisasi ini mengintegrasikan fungsi edukasi sejarah filateli dengan arena permainan rakyat tradisional demi menarik kunjungan wisatawan domestik maupun ekspatriat.
Langkah berani ini memperkuat daya pikat TMII sebagai episentrum rekreasi akhir pekan keluarga modern.
“Museum ini sayang kalau hanya statis, tidak ada aktivitas dan tidak ada yang berkunjung. Kami ingin mempertahankan museum posnya, mungkin dengan nama yang lebih luas seperti Museum Filateli, sekaligus memanfaatkannya untuk permainan rakyat, terutama permainan anak-anak, bersama komunitas seperti Komunitas Hong di Bandung. Tujuannya adalah menghidupkan Taman Mini sebagai etalase pemajuan kebudayaan, mulai dari material culture, permainan rakyat, hingga numismatik,” ungkap Menteri Kebudayaan.




