URBANCITY.CO.ID – Masyarakat perkotaan modern menempatkan kesetaraan akses edukasi sebagai fondasi investasi sosial paling fundamental dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Kesenjangan fasilitas antara pusat kota dan wilayah penyangga komoditas perkebunan menuntut intervensi kebijakan yang terarah serta berkelanjutan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung SD Negeri 01 Gunung Jati Filial di Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, Kamis (5/11).
Kunjungan kerja ini bertujuan memetakan urgensi pemenuhan sarana belajar bagi putra-putri pekerja perkebunan karet yang selama ini menghadapi keterbatasan akses geografis.
Baca Juga:
Kemendikdasmen mendorong peningkatan status kelembagaan kelas jauh tersebut menjadi sekolah mandiri agar alokasi stimulus pembangunan fiskal dapat terserap secara maksimal.
“Jika dimungkinkan, statusnya kita naikkan menjadi sekolah mandiri. Karena kalau ini jadi sekolah mandiri, saya kira pemerintah bisa lebih maksimal lagi untuk membantu anak-anak kita,” ujar Fajar.
Peningkatan Status Kelembagaan Amankan Stimulus Anggaran Belajar
Ketergantungan administratif kelas jauh selama ini membatasi daya serap bantuan fisik maupun operasional langsung dari pemerintah pusat.
Saat ini, SDN 01 Gunung Jati Filial membina 40 murid dalam enam rombongan belajar dengan dukungan delapan guru di bawah tanggung jawab kepala sekolah induk, Hanawi.
Baca Juga: Investasi Pendidikan Daerah: Wamen Fajar Resmikan Revitalisasi Sekolah OKU Timur




