Komposisi sumber daya manusia perseroan memperlihatkan lompatan signifikan dalam partisipasi kerja perempuan profesional.
Baca Juga: Sinyal GPS Pesawat Diacak, Komisi V DPR Cek Benteng Navigasi AirNav Indonesia
Dari sekitar 4.700 pegawai AirNav Indonesia, sekitar 1.500 di antaranya merupakan perempuan, termasuk lebih dari 600 personel Air Traffic Controller (ATC) dan 200 tenaga teknisi andal.
Manajemen terus memacu keterwakilan perempuan pada level pembuat keputusan puncak tanpa mengorbankan ketatnya standar lisensi serta kompetensi internasional.
Lingkungan kerja ramah keluarga menjadi fondasi penting bagi para profesional urban untuk menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan personal (work-life balance) di tengah operasional non-stop 24/7.
“Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program. Antara lain Srikandi Forum, dukungan kerja dan keluarga dalam lingkungan operasional 24/7, Talent Diversity, serta program mentoring bersama Women@Airservices Australia melalui program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP),” lanjut Didiet.
Baca Juga: AirNav Indonesia Ingatkan Bahaya Balon Udara Liar: Tercatat 27 Laporan di Ketinggian Pesawat
Langkah progresif ini merespons proyeksi resmi ICAO Next Generation Aviation Professionals (NGAP) yang memperkirakan kebutuhan hampir 107.000 personel ATC dunia hingga 2037 mendatang.
Di tengah rata-rata keterwakilan perempuan global yang baru menyentuh 5 persen, AirNav membuktikan bahwa investasi pada talenta perempuan menjadi jawaban atas ancaman kelangkaan tenaga terampil di industri dirgantara.




