“Dengan kolaborasi yang baik, peristiwa Mama Khas Banjar dapat menjadi simbol bahwa ketika UMKM dikelola dengan pendekatan yang tepat, disertai keseriusan seluruh pemangku kepentingan, maka kemajuan UMKM akan semakin kuat,” katanya.
Sinergi Pembiayaan dan Perlindungan Pasar
Selain aspek hukum, Menteri Maman juga menyoroti hambatan UMKM dalam bersaing. Menurutnya, meskipun skema pembiayaan melalui Himbara telah tersedia, efektivitasnya akan tumpul jika pasar domestik terus digempur produk impor ilegal.
Menteri Maman mengajak seluruh kepala daerah dan penegak hukum untuk menjaga kedaulatan pasar dalam negeri.
Senada dengan Menteri, Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pembiayaan, Faisal Anwar, menyebut kasus ini memberikan pelajaran tentang krusialnya pendampingan legalitas.
Baca Juga: BNI Raih Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global
Ia mencontohkan langkah proaktif Kementerian UMKM yang menjembatani komunikasi antara Firly dengan pihak BRI saat operasional tokonya terhenti karena proses sidang. Hasilnya, pelaku usaha memperoleh relaksasi pembayaran pinjaman.
“Pengalaman yang dialami Firly menjadi pelajaran penting bahwa penegakan regulasi harus berjalan seiring dengan pembinaan. Negara hadir tidak hanya untuk mengatur, tetapi juga memastikan pengusaha UMKM memiliki kapasitas untuk tumbuh dan bersaing,” tutur Faisal.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Kementerian UMKM optimistis ekosistem usaha di daerah, termasuk Banjarbaru, dapat tumbuh menjadi pilar ekonomi yang inklusif.






