“Padahal kami telah merencanakan dan mengirimkan surat ke pihak kepolisian bahwa kami akan melaksanakan aksi di Bundaran HI,” ungkapnya kesal.
Memakai Baju Hitam Menuju Pusat Kota
Sebelumnya, pengurus BEM UI telah membakar semangat kader melalui siaran ajakan demonstrasi di akun Instagram resmi mereka, @bemui_official, Rabu, 10 Juni 2026.
Selebaran digital itu menyerukan tuntutan kepedulian rakyat atas karut-marut penegakan hukum dan kemunduran ekonomi nasional.
“Ayo turun! Jumat, 12 Juni 2026. Rupiah naik diremehkan, HAM tidak dihiraukan, program tidak jelas dilanjutkan. Mari, kita turun dan gunakan hak kita sebagai rakyat!” tulis postingan tersebut.
Baca juga:Â Incar Mahasiswa Tiga Kampus Elite, BSD City AI Hackathon Siap Digelar Q3 2026
Komando aksi menetapkan titik kumpul keberangkatan massa di lapangan parkir FISIP UI, Depok, sebelum bergerak bersama menggunakan bus menuju Jakarta.
Akun Instagram resmi Barisan Garda Depan (Brigade) UI, @brigade.ui, juga menginstruksikan para demonstran untuk mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol matinya keadilan.
“Titik aksi Bundaran HI. Dresscode hitam. Pukul 10.00 WIB,” tulis akun tersebut pada hari yang sama.
Menggugat Lonjakan Harga BBM Hingga Pelecehan Konstitusi
Dalam manifesto aksi kali ini, BEM UI mengusung lima poin tuntutan krusial untuk menggugat paket kebijakan Kabinet.
Poin pertama menyoroti keputusan sepihak PT Pertamina Patra Niaga yang mengerek harga BBM jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Baca juga:Â Wamendag Roro Esti Dorong Mahasiswa Unair Jadi Wirausahawan Berdaya Saing Global




