Mahasiswa menilai lonjakan harga ini mencekik daya beli masyarakat kecil di daerah.
Poin kedua, aktivis kampus ini mengkritik keras jebloknya nilai tukar rupiah yang sempat terjun bebas menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS.
Ketiga, massa menuntut KPK mengusut tuntas indikasi korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menelan anggaran negara ratusan triliun rupiah.
Sementara pada poin keempat dan kelima, BEM UI menyoroti rapor merah penegakan HAM serta mengecam pengesahan revisi Undang-Undang (UU) Polri oleh DPR.
Mahasiswa memandang revisi undang-undang tersebut bermasalah karena memberikan kewenangan super yang berpotensi menghidupkan kembali watak otoritarianisme kepolisian. (*)




