Efisiensi serupa ditemukan di PGE Area Ulubelu, Lampung. Di sana, uap geothermal dimanfaatkan untuk mengatur temperatur di dalam green house perkebunan melon hidroponik.
Suhu yang terkondisi memungkinkan tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan kualitas buah premium di dataran tinggi.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menjelaskan bahwa sinergi ini memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi warga sekitar area operasional.
“Uap panas bumi saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat, antara lain untuk perkebunan dan pertanian,” tutur Rika.
Gula Aren hingga Pupuk Silika
Diversifikasi panas bumi juga merambah sektor industri olahan dan input pertanian. Di PGE Area Lahendong, Pertamina bekerja sama dengan mitra lokal memanfaatkan fluida panas bumi untuk memproduksi gula aren yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Jamin Stok Avtur Haji 2026 Aman, Siagakan Infrastruktur di 14 Bandara
Selain itu, para petani di Lahendong kini menggunakan Pupuk Booster Katrili. Pupuk cair ekonomis ini dihasilkan dari pemanfaatan endapan silika dalam fluida panas bumi.
Produk inovasi ini terbukti efektif meningkatkan kesuburan dan daya tahan tanaman terhadap hama tanpa merusak ekosistem.
“Energi bersih tidak hanya untuk listrik. Ada banyak cara untuk mengoptimalkannya agar dirasakan langsung oleh masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah,” pungkas Rika.
Strategi ini diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang inklusif, di mana kemandirian energi nasional berjalan beriringan dengan kesejahteraan warga lokal. (*)






