URBANCIY.CO.ID – Geopolitik global tengah mengalami pergeseran persepsi yang drastis di mata publik Benua Biru. Hasil survei terbaru Politico European Pulse mengungkapkan fakta mengejutkan: mayoritas warga Eropa kini memandang Amerika Serikat (AS) sebagai ancaman yang lebih nyata dibandingkan China.
Survei yang dilakukan terhadap 6.698 responden di Spanyol, Jerman, Prancis, Italia, Polandia, dan Belgia pada 13-21 Maret 2026 ini merekam kegelisahan publik atas kebijakan luar negeri Washington. Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih sejak Januari 2025 menjadi pemantik utama sentimen negatif tersebut.
Di bawah kepemimpinan Trump, AS dinilai kerap mengambil langkah yang menyudutkan sekutunya sendiri. Mulai dari mempertanyakan komitmen terhadap NATO, ancaman aneksasi terhadap Greenland dan Kanada, pemberlakuan tarif dagang yang agresif, hingga eskalasi ketegangan dengan Iran yang tidak direstui negara-negara Eropa.
Sentimen Anti-Washington Menguat
Berdasarkan data yang dirilis, sebanyak 36 persen responden menilai AS sebagai ancaman bagi keamanan Eropa. Angka ini jauh melampaui kelompok yang masih menganggap Washington sebagai sekutu, yakni hanya 12 persen.
Baca Juga : Donald Trump Sebut Perang AS-Iran Segera Berakhir, Siap Buka Pintu Perundingan
Sebagai perbandingan, China “hanya” dipandang sebagai ancaman oleh 29 persen responden di enam negara tersebut. Di tingkat nasional, kekhawatiran terhadap AS mengungguli China di empat negara besar, yakni Spanyol, Jerman, Italia, dan Belgia.
Spanyol tercatat sebagai negara dengan pandangan paling negatif. Sebanyak 51 persen warga Negeri Matador tersebut menganggap AS sebagai ancaman. Menyusul di belakangnya adalah Italia (46 persen), Belgia (42 persen), dan Prancis (37 persen).
Sebaliknya, Rusia tetap kokoh di posisi puncak sebagai musuh bersama. Sebanyak 70 persen dari total responden masih melihat Moskow sebagai ancaman utama, dengan Polandia mencatatkan angka tertinggi sebesar 92 persen.




