URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons cepat instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait akselerasi industrialisasi nasional dalam Rapat Paripurna DPR.
Otoritas manufaktur ini menegaskan kesiapannya untuk mendongkrak status Indonesia dari sekadar pasar produk impor menjadi negara produsen kendaraan bermotor hingga alat elektronik mandiri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa visi Presiden tersebut sejalan dengan cetak biru Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang dirancang Kemenperin.
Fokus utama strategi ini adalah mempertebal nilai tambah domestik serta menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi di sektor hulu hingga hilir.
Baca Juga: Tembus 1.500 Pelaku Usaha, Kemenperin Kebut Kemitraan Maklon IKM Kosmetik
“Pidato Bapak Presiden menjadi penegasan bahwa industrialisasi adalah jalan utama untuk menuju kemandirian ekonomi nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus menjadi negara produsen yang memiliki kemampuan manufaktur kuat dan berdaya saing global,” tegas Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Andalkan Hilirisasi Nikel dan Sokongan Dana Danantara
Agus Gumiwang memaparkan, ambisi Presiden Prabowo agar Indonesia mampu memproduksi mobil nasional secara mandiri sangat relevan dengan penguasaan rantai pasok dalam negeri.
Indonesia diuntungkan oleh posisi strategis sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia yang menjadi bahan baku utama ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle).




