Baca juga: DEFEND ID: Wujudkan Sinergi Nasional di Ajang Indo Defence 2024 Expo dan ForumÂ
Pada kesempatan kali ini PT Pindad akan memperkenalkan dan meresmikan kendaraan operasional 4×4 elektrik, bernama Pandu. Kendaraan ini ditujukan untuk menunjang operasional TNI dengan kemampuan taktis yang bersumber tenaga listrik (BEV – NMCbattery).
Menggunakan motor listrik bertipe 3 in 1 Permanent Magnet Synchronous Motor, Pandu mampu melaju pada kecepatan aman 100 km/jam dan memiliki jarak tempuh hingga 400 km.
Dalam kesempatan yang sama, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga akan menampilkan live demo untuk produk unggulan nya. PTDI sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan roket dan telah memiliki lisensi resmi dari Thales Belgium.
PTDI telah berhasil mengintegrasikan roket 70 mm ke berbagai platform udara milik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut, baik rotary wing maupun fixed wing. Beberapa platform yang telah teruji kompatibel dengan roket ini meliputi helikopter AS555 Fennec, BO105, Bell series, NAS332 Superpuma, serta pesawat F-16 dan Embraer Supertucano.
PTDI telah berhasil memproduksi dan mengirimkan lebih dari 43.000 unit roket FFAR dan WAFAR 70 mm dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri mencapai sekitar 20% hingga 40%, untuk kapasitas produksinya sendiri mampu mencapai 10.000 unit pertahun.
Sedangkan untuk warhead, PTDI telah berhasil memproduksi lebih dari 40.000 unit dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri mencapai 60% hingga 85%, yang kapasitas produksinya mampu mencapai 5.000 unit per tahun.




