UAV Wulung merupakan drone pengintai yang dikembangkan pada tahun 2014 oleh PTDI, Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT) – saat ini BRIN, dan Badan Penelitian & Pengembangan (Balitbang) Kemhan RI, yang telah melalui berbagai rangkaian uji, baik ground test maupun flight test, hingga akhirnya memperoleh Type Certificate dari Indonesian Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada tahun 2016.
UAV Wulung dirancang dengan kemampuan autonomous operation dan dilengkapi Ground Control Station (GCS) sebagai pusat kendali dan transporter untuk mobilitas yang fleksibel.
Menggunakan material komposit yang ringan dan kuat, serta didukung mesin piston tunggal tipe pusher, UAV Wulung memiliki kapasitas bahan bakar 35 liter, radius operasi 150 km, dengan kemampuan Maximum Take-Off Weight (MTOW) 125 kg, serta jarak take off & landing kurang dari 500 m, dan cruise speed 50 knots.
Intercrus SOLA, yang merupakan salah satu produk inovasi PT Dirgantara Indonesia, hasil dari kolaborasi dengan ekosistem kedirgantaraan nasional, yaitu Intercrus Aero. Sebuah perusahaan rintisan yang terdiri dari sekelompok insinyur muda Indonesia.
SOLA hadir sebagai solusi mobilitas udara masa depan yang ramah lingkungan, efisien, dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan operasional – baik di sektor sipil maupun militer.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menampilkan penerbangan langsung dari prototipe sub-skala 1:7, bernama SOLITA — yang menjadi tonggak awal dalam pengembangan taksi udara masa depan karya insinyur-insinyur muda PTDI dan Intercrus Aero. Dirancang sebagai taksi udara untuk mengangkut tiga penumpang dengan satu pilot, SOLA dikembangkan sebagai aset militer Indonesia.




