Satu platform, tiga misi: dari pengiriman kargo ke medan depan, dukungan logistik
untuk unit-unit garis depan, misi Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance atau ISR hingga kemampuan serangan dengan munisi presisi maupun konvensional — versi
skala penuh dari SOLA dirancang untuk membawa muatan hingga 360 kg dan jarak tempuh hingga 200 km, beradaptasi dengan kebutuhan misi sipil maupun militer.
Dengan kecepatan jelajah mencapai 150 km per jam dan menggunakan sistem propulsi elektrik penuh, SOLA menawarkan efisiensi tinggi dengan tingkat kebisingan rendah – menjadikannya cocok untuk operasi di lingkungan urban maupun terpencil.
Intercrus SOLA bukan hanya sekadar produk, tetapi simbol dari masa depan transportasi udara yang lebih cepat, bersih, dan berkelanjutan – sebuah langkah nyata menuju ekosistem mobilitas udara modern di Indonesia. SOLA akan siap terbang melayani Indonesia pada tahun 2028.
“Keberhasilan live demo hari ini menandai tonggak penting dalam pengembangan sistem pertahanan nasional berbasis teknologi tinggi. Ini bukan hanya bukti kesiapan produk kami secara operasional, tetapi juga wujud nyata kontribusi industri dalam negeri terhadap kemandirian alutsista nasional. Kami bangga dapat menghadirkan solusi pertahanan yang kompetitif dan dapat diandalkan, serta berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan strategis pertahanan Indonesia melalui inovasi berkelanjutan.” Ucap Direktur Utama PT Len Industri (Persero) sekaligus Direktur Utama Holding Defend ID, Prof Joga Dharma Setiawan, Ph.D.




