URBANCITY.CO..ID – Bulan suci Ramadan di Jakarta kini menjadi peluang ekonomi yang dinamis bagi pelaku industri pariwisata.
Kolaborasi antara Disparekraf DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata, dan Polda Metro Jaya melalui sosialisasi kebijakan terbaru memastikan bahwa sektor hiburan dan layanan publik tetap berjalan dengan harmonis serta tertib.
Bagi masyarakat urban dan pemilik usaha, momen ini bukan sekadar waktu untuk pembatasan.
Tapi, kesempatan untuk mengoptimalkan potensi wisata religi dan kuliner buka puasa yang semakin digemari.
Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menekankan pentingnya sinergi antara regulasi dan pelayanan prima selama periode ini.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan bahwa sektor pariwisata tetap berjalan dengan baik selama Ramadan, dan mematuhi aturan yang berlaku”.
Baca juga: DPR Awasi Ketat Danantara, Masyarakat Tak Perlu Khawatir dan Tarik Dana Besar-besaran
“Serta berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Rabu (26/2).
Inovasi Layanan di Tengah Penyesuaian Operasional
Perubahan pola wisata selama Ramadan menciptakan ceruk pasar baru yang menuntut inovasi layanan dari setiap pengelola hotel dan restoran.
Budi Supriyanto dari Kementerian Pariwisata mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan promosi digital dan kolaborasi kreatif agar daya tarik wisata tetap tinggi.
Sektor hotel dan restoran di Jakarta menjalankan operasional normal, dengan penyesuaian spesifik pada bar, dan spa.




