Selain itu, sauna di hotel bintang empat dan lima guna menghormati suasana ibadah.
Ketepatan jadwal operasional yang sesuai dengan ketentuan pemerintah menjadi kunci profesionalisme pelaku usaha dalam menjaga citra destinasi.
“Oleh karena itu, kami memerlukan strategi penguatan pariwisata Ramadan melalui inovasi layanan dan promosi digital,” terang Budi.
Baca juga: PLN Icon Plus Sukses Dukung Gelaran PLN Jabar Smile Run 2025, Ajang Charity dalam Fun Run Activity
“Serta pemerintah dan pelaku industri perlu melakukan kolaborasi agar dapat mengoptimalkan peluang ini secara maksimal,” imbuhnya.
Keamanan, Keselamatan, dan Mitigasi Risiko
Aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pengelola tempat wisata dan hiburan malam.
Pihak kepolisian menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perizinan usaha dan langkah preventif terhadap tindak asusila.
Serta perdagangan orang yang kerap menjadi perhatian selama periode tertentu.
Di sisi lain, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta mewajibkan pengelola gedung untuk membentuk Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).
Kewajiban ini berlaku bagi bangunan dengan kapasitas tinggi untuk mitigasi risiko.
Baca juga: Bank Muamalat Pelopor Penyimpan Margin, Dana Kompensasi, dan Dana Jaminan
Kepatuhan pada standar keselamatan ini tidak hanya melindungi pengunjung.
Tetapi juga menjadi investasi kepercayaan yang sangat bernilai bagi keberlangsungan bisnis Anda di masa depan.
AKP Wahyu Safaro Sahron dari Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya menyampaikan himbauan kepolisian agar para pelaku usaha mematuhi norma yang berlaku.




