“Baik dalam aspek perizinan, aturan operasional, maupun dalam menghormati bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri,” jelasnya.
Dengan memahami regulasi dan mengedepankan aspek keselamatan, para pelaku usaha pariwisata Jakarta memperkuat reputasi kota.
Sementara, Kota Jakarta sebagai destinasi yang menjunjung tinggi kearifan lokal sekaligus kenyamanan pengunjung.
Harmoni antara aktivitas bisnis dan penghormatan terhadap bulan suci ini mencerminkan kedewasaan ekosistem pariwisata kita.
Sehingga DKI Jakarta benar-benar siap menyambut tamu dengan layanan terbaik sekaligus menjaga ketertiban umum. (*)




