Transformasi ini dinilai bukan sekadar program kesejahteraan, melainkan taktik bisnis untuk memperkuat retensi karyawan dan produktivitas perusahaan di era modern.
“Ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kesetaraan gender adalah fondasi untuk peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja, serta keberlanjutan organisasi,” tegas UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN, Ulziisuren Jamsran.
Baca Juga: Inabuyer 2026: Strategi Wamen UMKM Hubungkan Produk Lokal dengan Ritel dan BUMN
Peta Jalan Empat Solusi Utama di 12 BUMN Pelopor
Program inklusif ini ditargetkan mampu menjangkau sedikitnya 15.000 karyawan BUMN melalui empat pilar solusi yang diadopsi oleh masing-masing korporasi pelat merah:
Penguatan Cuti Ayah (Paternity Leave): Pelindo, Perum Perumnas, Wijaya Karya (WIKA), dan Bio Farma merombak kebijakan cuti ayah dan mendorong restrukturisasi pola pikir agar pekerja laki-laki aktif dalam perawatan keluarga.
Kesehatan Mental & Fleksibilitas: Bank BTN, PLN, AirNav Indonesia, MIND ID, InJourney, dan Pertamina menerapkan skema waktu kerja yang dipadatkan (compressed working time), sistem kerja hybrid, hingga program konseling bersama psikolog.
Infrastruktur Pengasuhan: PLN, MIND ID, dan WIKA membangun standarisasi fasilitas daycare di area kantor, penyediaan ruang laktasi yang higienis, serta menyusun pedoman teknis operasional.
Baca Juga: Restrukturisasi BUMN Tuntas 2026, Prabowo Segera Resmikan Merger 15 Perusahaan Logistik Nasional
Kepemimpinan Perempuan & Dukungan Caregiver: Pupuk Indonesia, Perum Perumnas, WIKA, Pelindo, dan Bank Mandiri menginisiasi rekrutmen inklusif, program mentoring kepemimpinan perempuan, serta kelonggaran bagi karyawan yang merawat anggota keluarga sakit.





