Negosiasi Alot di Islamabad
Upaya diplomasi sejauh ini dimotori oleh Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah pejabat senior Gedung Putih. Dilansir dari Anadolu Ajansı, tim delegasi AS telah bertemu dengan pejabat Teheran di Islamabad, Pakistan, guna membahas isu krusial: program nuklir dan pengayaan uranium.
Walau Vance mengklaim adanya kemajuan signifikan, pertemuan tersebut belum menghasilkan terobosan konkret yang mampu menghentikan konflik secara permanen. Vance menyatakan bahwa posisi tawar kini berada di pihak Iran.
“Bola sepenuhnya berada di tangan mereka,” kata Vance. “Jika Anda bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya, saya pikir Iranlah yang akan menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya.”
Gencatan Senjata dan Dampak Ekonomi Global
Konflik yang pecah sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 ini telah memicu krisis energi global. Penutupan Selat Hormuz oleh Teheran sebagai balasan serangan telah mencekik jalur perdagangan minyak dunia, yang berujung pada lonjakan harga komoditas mulai dari BBM hingga plastik.
Demi meredakan gejolak ekonomi, terutama di negara-negara Asia yang mulai menerapkan kebijakan penghematan energi hingga kerja dari rumah (work from home), Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu sejak 7 April lalu.
Gencatan senjata ini dimaksudkan sebagai masa uji coba untuk membuka kembali akses Selat Hormuz. Jika perundingan esok hari menemui titik temu, diharapkan stabilitas pasokan energi dunia dapat kembali normal, meski kehadiran militer AS di wilayah tersebut masih menjadi ganjalan utama bagi kedaulatan Iran.




