Ketahanan model bisnis Elnusa yang mencakup sektor hulu hingga hilir memungkinkan perusahaan tetap kompetitif di tengah fluktuasi industri energi global. Perusahaan juga berhasil mempertahankan Net Profit Margin di level 5,0 persen dengan total aset mencapai Rp10,9 triliun.
Baca Juga: Elnusa Tuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu North, Perkuat Cadangan Migas PHE ONWJ
Saham ELSA Capai Level Tertinggi
Moncernya kinerja fundamental turut mengerek kepercayaan investor di pasar modal. Hingga awal Maret 2026, saham berkode ELSA ini mencatatkan kenaikan signifikan dan menyentuh harga tertinggi sejak pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008.
Optimisme pasar ini juga didukung oleh peningkatan peringkat kredit perusahaan oleh PEFINDO menjadi idAA+. Peringkat ini menegaskan posisi Elnusa sebagai perusahaan dengan kapasitas keuangan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen jangka panjangnya.
Fokus Inovasi dan ESG
Ke depan, Elnusa berencana memperkuat sinergi di dalam ekosistem Pertamina Group melalui pengembangan teknologi dan inovasi layanan geoscience serta reservoir.
Litta menegaskan perusahaan tetap berkomitmen pada penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Baca Juga: Elnusa Catat Kinerja Operasional Positif 2025, Percepat Target Produksi Migas Melalui Inovasi
“Elnusa akan terus berfokus pada penguatan fundamental perusahaan, peningkatan kapabilitas teknologi, serta operational excellence agar dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri energi Indonesia,” pungkas Litta. (*)






