Mereka telah menandatangani perjanjian tersebut pada Desember 2025 lalu di St. Petersburg.
Baca juga: Tekan Impor 80 Persen, Kemenperin Pacu Hilirisasi Industri Susu Nasional
Regulasi bebas tarif ini menjadi karpet merah bagi produk manufaktur nasional untuk menguasai pasar Eropa Timur dan Asia Tengah.
Guna mempercepat realisasi investasi, Indonesia menegaskan partisipasinya sebagai Partner Country atau negara mitra utama pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026.
Ajang pameran raksasa tersebut akan menghentak kota Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026 mendatang.
Tim Kemenperin memanfaatkan momentum ini untuk merayu para pemodal kakap dari Rusia dan China.
Sehingga mereka bersedia memindahkan basis produksi pabrik mereka ke dalam kawasan industri terpadu di Indonesia.
Tri optimistis diplomasi ekonomi di panggung BRICS ini mampu menaikkan kelas industri manufaktur nasional ke level tertinggi yang berdaya saing global.
Indonesia berharap dapat memperluas perannya sebagai bagian penting dalam rantai pasok industri dunia melalui penguatan sinergi.
“Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi dan basis produksi manufaktur global,” ujar Tri memungkasi penjelasannya. (*)




