Baca juga: Kemenperin Gandeng Pemkab Pinrang, Dekatkan Layanan Standardisasi untuk IKM Lokal
Ia berdiskusi intensif dengan Counsellor from the Russian Trade Mission in China, Andrei Gorobets, untuk membedah berbagai peluang bisnis strategis.
Tri menegaskan bahwa penguatan komunikasi internasional ini memegang peran kunci dalam meruntuhkan hambatan tarif dan membuka akses pasar baru bagi produk lokal.
Sinergi ini sekaligus menuntut industri nasional untuk lebih adaptif terhadap lompatan teknologi otomatisasi mesin dunia.
“Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara,” kata Tri menjanjikan dampak positif dari pertemuan tersebut.
Indikator makro mencatat hubungan dagang kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat sehat.
Baca juga: Kemenperin Gandeng Ritel Nasional demi Dongkrak Pasar Industri Olahraga Lokal
Nilai perdagangan bilateral nonmigas pada Triwulan I-2026 sukses menyentuh angka USD 1 miliar, alias menanjak 1,13 persen secara tahunan.
Sementara itu, performa ekspor Indonesia ke Rusia pada 2024 sempat melonjak 13,38 persen menjadi USD 3,3 miliar.
Perolehan angka ekspor tersebut berasal daro pengapalan komoditas unggulan seperti karet, kopi, teh, kakao, alas kaki, serta komponen elektronik.
Menjadi Negara Mitra Utama di Pameran INNOPROM 2026
Pemerintah Indonesia juga menyambut baik kemajuan implementasi perjanjian dagang Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).




