7. Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara: Gelombang setinggi 32 sentimeter tiba pada pukul 07.39 WIB.
8. Bitung, Sulawesi Utara: Air laut merayap naik setinggi 29 sentimeter pada pukul 07.51 WIB.
9. Ternate, Maluku Utara: Kenaikan air laut setinggi 14 sentimeter terekam pada pukul 07.51 WIB.
10. Talengan, Sangihe, Sulawesi Utara: Menjadi titik terdampak paling tinggi dengan gelombang mencapai 75 sentimeter pada pukul 08.20 WIB.
Baca juga:Â Hari Ini BMKG Memulai Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Barat
Peringatan Dini Berakhir, Fokus pada Evakuasi
Setelah situasi dinilai melandai dan tidak lagi menunjukkan anomali gelombang yang membahayakan, BMKG akhirnya mencabut status siaga.
Pengakhiran status waspada ini krusial untuk memberikan kepastian hukum bagi pergerakan tim penyelamat di lapangan.
Dengan berakhirnya masa genting tersebut, jajaran Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Kemudian, aparat gabungan TNI dan Polri kini dapat bergerak leluasa ke titik-titik lokasi terdampak untuk melakukan penyisiran dan evakuasi lanjutan.
“Pengakhiran peringatan dini yang telah kami tetapkan tadi pada pukul 10.15 WIB, peringatan dini ini perlu disampaikan sebagai pengakhiran peringatan dini agar tim SAR dari Basarnas, BPBD, BNPB, TNI, Polri, segenap elemen dapat melakukan penyelamatan yang dibutuhkan di lokasi-lokasi terdampak,” kata Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers virtualnya.
Pemerintah mengimbau warga di sepanjang pesisir utara Sulawesi dan Maluku Utara untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. (*)




