Jawa Barat bahkan mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 5,79 persen. Sebagai pusat ekonomi, Kota Bandung dinilai punya modal besar di bidang perdagangan, industri, dan pariwisata untuk mencetak wirausaha baru.
Dorong Waralaba Lokal Tembus Pasar Dunia
Baca Juga: Wamendag Roro Esti: Waralaba Jadi Motor Akselerasi UMKM di Sumatra Selatan
Hingga April 2026, Kemendag mencatat telah menerbitkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk 165 pemberi waralaba dalam negeri dan 162 dari luar negeri.
Wamendag Roro melihat ajang IFBC sangat selaras dengan program prioritas Kemendag, terutama dalam hal pengamanan pasar domestik.
Namun, ia meminta para pelaku usaha untuk tidak cepat puas hanya dengan menguasai pasar lokal. Kemendag siap membukakan pintu dunia internasional melalui jaringan 25 Atase Perdagangan, Konsulat Dagang, serta 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai belahan dunia melalui fasilitas business matching.
Kemendag menyambut baik gelaran IFBC 2026 Bandung ini dan turut mengajak pelaku usaha waralaba untuk tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga berani go global.
“Caranya, memanfaatkan fasilitasi dari 25 Atase Perdagangan, Konsulat Dagang, serta 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang dimiliki pemerintah. Fasilitasi business matching dapat membantu meningkatkan jejaring dan memperluas usaha,” tutur Wamendag Roro.
Baca Juga: Buka SIAL Shanghai 2026, Wamendag Roro Esti Pacu Ekspor Kopi dan Kuliner
Lewat program “UMKM BISA Ekspor”, komitmen ini bukan sekadar isapan jempol. Sepanjang 2025, Kemendag sukses membukukan transaksi ekspor USD134,87 juta dari 622 sesi business matching. Tren positif ini berlanjut pada triwulan I-2026 dengan raihan USD3,97 juta dari 170 penjajakan bisnis.
